Digitalisasi Bisnis

Pentingnya QRIS Statis vs QRIS Dinamis untuk Toko dan Cara Daftarnya

Pentingnya QRIS Statis vs QRIS Dinamis untuk Toko dan Cara Daftarnya

Revolusi Pembayaran Non-Tunai di Indonesia

Bank Indonesia mencatat transaksi QRIS terus melesat hingga ratusan persen setiap tahun. Dari pedagang kaki lima, warung kopi, hingga butik di mall, masyarakat kini lebih nyaman membayar cukup dengan scan barcode dari aplikasi mobile banking atau dompet digital (e-wallet).

Namun, tahukah Anda bahwa ada dua jenis QRIS yang umum digunakan di toko?

Perbedaan Mendasar QRIS Statis vs QRIS Dinamis

  1. QRIS Statis (Bentuk Stiker Meja):
    • Bentuk fisik berupa cetakan stiker akrilik yang dipajang di kasir.
    • Pelanggan melakukan scan, lalu harus mengetikkan nominal rupiah secara manual di layar ponsel mereka.
    • Kelemahan: Kasir harus memeriksa layar HP pelanggan untuk memastikan nominalnya tidak kurang (misal tagihan Rp150.000 hanya diketik Rp15.000).
  2. QRIS Dinamis (Muncul di Layar Kasir / Struk):
    • Kode QR dihasilkan secara unik dan otomatis oleh sistem kasir untuk setiap transaksi.
    • Kode QR sudah terkunci dengan nominal tagihan yang tepat.
    • Pelanggan cukup scan dan masukkan PIN; transaksi langsung sukses seketika. Kasir langsung mendapat konfirmasi lunas di layar monitor tanpa perlu intip HP pembeli.
Rekomendasi Keamanan: Untuk toko yang ramai dengan transaksi di atas 50 pelanggan per hari, beralih ke QRIS Dinamis adalah langkah cerdas untuk mencegah modus penipuan bukti transfer palsu.

Kesimpulan

Modernisasikan toko Anda sekarang. Gunakan aplikasi kasir yang sudah mendukung integrasi pembayaran QRIS resmi sehingga usaha Anda terlihat lebih modern dan dipercaya oleh generasi muda.

Praktekkan Strategi Ini Secara Digital

Tingkatkan Profit Usaha Anda dengan Layanan Digital & Pembayaran

Hindari selisih stok dan kebocoran kas manual. Otomatiskan transaksi, barcode scanner, dan rekap laba rugi real-time bersama NKasir.

Link panduan berhasil disalin!